Berisi Trik Service Elektronika Seperti : TV, Kulkas, Mesin Cuci, Blender, Setrika, Mixer, Handphone, dll

MENU

Tampilkan postingan dengan label Elektronika Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronika Dasar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Maret 2017

Membuat Power Suply

Bagi Sahabat Blog Hiqcomp, yang ingin belajar Elektronika dasar berikut saya bagikan cara membuat Rangkaian Power Suply secara sederhana dengan Perlengkapan komponen yang mudah didapatkan dipasaran, berikut Komponen yang dibutuhkan :
1 buah Trafo 1A
2 Buah Elco 1000/25 V
4 Buah Dioda 
1 buah LED (Sebagai Indicator)
Berikut Cara pembuatannya :

Selasa, 14 Maret 2017

Cara Ganti LCD IPHONE

BErikut Tutorial mengganti LCD Iphone:
Siapkan Hot Air dan Pencungkil
simak Video Dibawah ini :

Rabu, 08 Maret 2017

Ganti Konektor Tablet Mito Tanpa HOT AIR

Kali ini saya akan berbagi tips cara melepas Konektor Charger (Tablet, HP) tanpa Hot Air (Solder Uap).
Bagi yang belum Punya Alat Hot Air, Bisa Menggunakan Solder Biasa.
Siapkan Peralatannya : 
Solder, Timah, Pinset atau Obeng Min
Silahkan Simak Video Berikut ini :




   

Selasa, 07 Maret 2017

Dapat Garapan TV TOSHIBA TABUNG , saat dinyalakan layar menyempit dari atas dan bawah (Horisontal), TV ini menggunakan IC Vertikal LA...
setelah melakukan pengecekan bagian Elco-elco di daerah Vertikal ditemukan Elco 10/100v Kering. ganti elco tersebut. hasilnya masih tetap meyempit. pengecekan dilanjut di bagian IC Croma pin yang menuju IC Pertical, terdapat Elco 1/50 Kering , setelah melakukan penggantian , TV Normal Alhamdulillah. Tonton Video dibawah ini untuk lebih jelasnya

Kamis, 17 April 2014

TV Samsung CS-20H4MJO (Layar Mati Indicator Normal)


TV SAMSUNG CS-20H4MJO
Kali ini dapat servisan SAMSUNG CS-20H4MJO. Kondisi Saat dinyalakan Ada suara berderit kecil (Sepertinya di bagian Flyback ada yang Konslet) tetapi layar gelap. setelah tv dimatikan Kembali... pada blok PTC terasa sangat panas.... Pencarian pun mulai dilakukan...
mulai segera di chek Kondisi Elco -elco yang dicurigai..... menggunakan ESR Meter... (Mulai dari Rangkaian Regulator hingga Ke rangkaian Output.
ternyata Kondisi semua Elco Bagus....
dengan cara mencoba mengganti Capasitor ( Capasitor ini diukur Bagus) dengan nilai 681 K/2KV yang terdapat dekat Transistor H-Out . Akhirnya TV Kembali Normal... Alhamdulillah
berikut letak Capasitor
Letak Capasitor yang diganti terletak dekat TR H-Out


TV Kembali Normal Setelah dilakukan Perbaikan
Catatan : Kasus Sama... Solusi bisa saja Berbeda.... semoga Bermanfaat

Rabu, 16 April 2014

SANKEN KADANG HIDUP KADANG MATI

Dapat Service an TV Sanken 14 Inchi. dengan Kondisi Saat TV dinyalakan TV hidup  sebentar terus mati dan nyala lagi...mati lagi...kondisi layar tidak stabil menyempit dan melebar...
setelah dilakukan pemeriksaan Komponen Komponen yang dicurigai... dari bagian Regulator... diantaranya mengukur Elco-elco dan Resistor. dan ganti transistor driver... Kondisi masih tetap sama...
akhirnya dengan tidak yakin saya ganti trimpot untuk mengatur tegangan 115 V dengan mencabut dari Rangkaian TV bekas...
Alhamdulillah TV Kembali Normal.... ternyata biang keroknya dari Trimpot... (tak diduga dan tak dinyana)...
GANTI TRIMPOT
Alhamdulillah TV Normal Kembali....

Catatan : Kasus Sama Tetapi Penyelesaian Bisa Berbeda....semoga bermanfaat

Kamis, 23 Januari 2014

MODIFIKASI REGULATOR SPEAKER AKTIVE GMC MENGGUNAKAN GACUN

Dapat Service an Speaker aktive GMC 888G, dengan Kondisi Bagian Regulator Jebol pada Resistor.masalah timbul karena Resistor tersebut tidak ada dipasaran . dengan bantuan rekan Saya Riki (Thanks... Mas Browwww) akhirnya masalah dapat terselesaikan. dengan cara mengganti Bagian regulator menggunakan Gacun (yang biasa digunakan untuk mengganti regulator Mesin TV)
berikut gambarnya:....Semoga Bermanfaat....

Proses Pemasangan Gacun

Jenis Gacun Yang digunakan

JALUR KEYPAD CROSS V5

Dapet Servise an Cross V5. Tombol 4,8,6 dan kiri ga berfungsi...Langsung saja bagi rekan-rekan teknisi yang memerlukan jalur keypad pada Cross V5, saya sharing yang saya dapatkan juga dari hasil Browsing .yandroider.blogspot.com,  semoga bermanfaat . SUdah di test 100% suksess....
Cross V5, Tombol Keypad sudah bisa berfungsi kembali...

Trik Jumper Keypad Cross v5

Jumat, 27 September 2013

POLYTRON MINIMAX STANDBY (PROTECT)

Dapat kasus TV Polytron Minimax .KEadaan Standby (Protect) dengan kondisi Indikator menyala merah . saat menggunakan remot LAmpu Indikator ada reaksi tetapi langsung kembali nyala merah.
langsung saya buka Casing . dan penyelusuran didaerah Vertikal. langsung saya ganti Elco-Elco yang berukuran 1mF / 50V... disitu terdapat dua buah Elco yang berukuran sama. Ganti saja keduanya.
dan TV dicoba kembali.
Alhamdulillah Lampi kembali Normal....
Setelah ditunggu beberapa lama, TV kembali dipasang dan dirapikan seperti semula.
berikut gambar yang saya maksud.
Ganti Elco yang berukuran 1mf/50v keduanya

Ganti Elco ysng berukuran 1mf/50v keduanya


Ket: Kasus bisa sama tetapi komponen yang rusak bisa berbeda.
Semoga Bermanfaat.

Kamis, 26 September 2013

GANTI TOUCHSCREEN ASIA PHONE 805

Dapat kasus mengganti Touchscreen Asia Phone 805.
pertama langsung saya ganti Touchscreen dengan yang baru ternyata setelah touchscreen terpasang . tombolnya ngaco.yang berfungsi hanya menu sms.
lalu saya browsing dapat dari forum sebelah. tetapi gambarnya perlu dimodifikasi. disesuaikan dengan layout dari Flexi LCD.
sehingga didapatkan gambar dibawah ini (100% Bekerja). Semoga Bermanfaat...terima Kasih



TV ICHIKO 29 " Mati Total

Kasusnya terjadi udah sekitar dua minggu yang lalu...sih... cuma saya belum sempat Upload... jadi sempetnya sekarang...mudah-mudahan bermanfaat.
Dapat Kasus TV ICHIKO Mati, tetapi setelah saya ukur bagian transistor regulator Normal. pengukuran pun langsung disasar ke bagian sekunder trafo .ditemukan sebuah dioda dalam keadaan putus...
langsung saja saya lepad dioda dan saya cari dengan yang baru.. lumayan susah juga nyari yang ukurannya sama. tapi akhirnya saya menemukan dioda walaupun beda seri... saya coba pasang aja...
Alhmadulillah TV akhirnya nyala juga...
berikut gambar dioda yang saya maksud.



Ket: mungkin kasus sama tetapi Komponen yang rusak bisa berbeda.

Kamis, 25 April 2013

POLYTRON SLIM (PS52SV53) HANYA GARIS VERTIKAL

Dapet panggilan service ke daerah Cilengkrang, memperbaiki tv Polytron slim (PS52SV53) kondisi gambar hanya garis vertikal (Dari atas ke bawah) suara Normal.
segera bongkar  tv. pemeriksaan dilakukan pada daerah horisontal. pengukuran dengan Avo meter kondisi Elco-elco normal.
sempet bingung . tetapi setelah browsing ke bah google ,kemungkinan kerusakan pada Capasitor non polar dengan nilai 390 n/ 250v.
saat diukur menggunakan multitester kapaitor kondisi normal seperti teori nya (Jarum tidak bergerak sama sekali) tetapi pikir saya kemungkinan putus .
langsung saja saya ganti kapasitor tersebut.
setelah selesai TV dipasang kembali dirapihkan... dan di test.
Alhamdulillah Mesin Normal kembali.
tetapi setelah menunggu beberapa menit dilayar ada garis-garis horisontal....
Wah... masalah baru nih.... sampai postingan ini  diterbitkan... kerusakan layar belum saya selesaikan untuk masalah vertikal. nanti disambung... Insya Allah...
Soalnya pembayaran tertunda dari konsumen (nunggu beres kerjaan dulu) he..he..

berikut Kapasitor yang diganti (Kerusakan Layar hanya bergaris vertikal)



Selasa, 23 April 2013

MESIN CUCI PENGERINGNYA TIDAK MAU BERPUTAR

Kemarin dapat panggilan service mesin cuci, dengan kondisi spin motor pada bagian Pengering tidak mau berputar.
setelah melakukan pengecekan di sekitr bagian pengering... dengan melakukan pengukuran-pengukuran menggunakan Multitester mulai dilihat secara fisik dari Switch sampai pengecekan Kabel-kabel Kondisi Normal semua.
terakhir pengukuran pada bagian spin Motor, ternyata setelah melakuka pengukuran menggunakan Multitester Skala OHM Meter pada bagian kabel merah dan biru arum tidak bergerak sama sekali. sudah dipastikan Spin Motor bermasalah.
Akhirnya terjadi kesepakatan dengan Konsumen agar minta diganti saja Spin Motor tersebut....
Akhirnya saya belanja Spin Motor yang kualitas bagus. Untuk harga di Daerah Pagarsih Bandung harganya Rp.130.000 ,-. untuk yang kulitas biasa harganya Rp. 100.000..
demi kepuasan Konsumen saya beliin aja yang kualitas bagus....
akhirnya saya pasang lah. Spin motor tersebut .akhirnya jalanlah mesin cuci tersebut.
pada saat pembayaran Konsumen.... ternyata pembayaran ditunda....... (BT Deh..... udah diusahain pelayanan sebaik mungkin.... konsumen teu gableg duit)...
ini spin motor yang saya maksud:


Lakukan pengukuran menggunakan multitester (Ohm Meter)

Lakukan Pengukuran menggunakan Multitester (Ohm Meter)

Minggu, 23 Desember 2012

CARA MENGUKUR MOSFET

BERIKUT CARA MENGUKUR MOSFET  (yang saya sadur dari http://wirkamdwyfebrian.blogspot.com/)
   FET bentuk fisiknya seperti transistor. Fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan.
FET memiliki tiga kaki juga yaitu :

• GATE (G) adalah kaki input
• DRAIN (D) adalah kaki output
• SOURCE (S) adalah kaki sumber

Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo.



Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.

• Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF 620, dll.
• Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4 angka u/ IRF)



• FET PENAIK TEGANGAN
Cara mengukur :

Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K





• FET PENURUN TEGANGAN
Cara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K



Sabtu, 01 Desember 2012

CARA SERVICE LAMPU HEAT ENERGI

Kali ini Saya akan membahas tentang Cara Service Lampu Hemat Energi. yang saya dapet dari blognya Kang Eko (http://ekohasan.blogspot.com)
Silahkan disimak : 
Persiapan Alat Service Lampu Hemat Energi :
  1. Obeng Minus : untuk mencongkel casing lampu
  2. Solder.
  3. Timah / tenol
  4. Multitester / AVO Meter
  5. Kabel secukupnya.
Cara Service Lampu Hemat Energi :
  • Buka Casing Lampu Hemat Energi dengan mencongkelnya menggunakan obeng.
  • Lepas Neon dari rangkaiannya, kemudian test neon dengan menggunakan Multitester. Ada dua kutub pada neon, ukur masing-masing dengan menggunakan batas ukur OHM Meter x1. Kalau neon masih bagus maka masing-masing jika diukur akan menunjukkan angka sekitar 2-8 ohm. Kalau salah satu kutub / ujung  ada yang putus / tidak menunjukkan angka maka berarti neon sudah rusak / putus. Cara mengakali jika neonnya yang putus silahkan baca di bagian bawah.
  • Kalau neonnya bagus, berarti kerusakan ada di rangkaiannya.
Berikut ini beberapa komponen di rangkaian Lampu Hemat energi yang perlu di cek dan diganti kalau rusak :
Mengenai cara cek komponen jika belum tahu caranya silahkan baca di Posting Ini.


  1. Elco Filter setelah dioda bridge, biasanya melembung, ganti dengan elco 10uF / 350-400 volt
  2. Resistor 2,2 - 10 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki emitor transistor )
  3. Resistor 15 - 20 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki basis transistor )
  4. Transistor type MJE 13003 : 2 buah
  5. Bila semua komponen itu bagus dan lampu masih mati, ganti saja kondensator tantalum 3,9nF - 4nF/1200volt, walaupun kelihatan tidak rusak. kondensator tersebut berfungsi sebagai starter lampu. (kondensator ini langsung terhubung ke salah satu kutub neon.
Jika Neonnya yang rusak, dan rangkaian Lampu Hemat Energi nya masih OK berikut ini triknya :
  1. Siapkan Neon biasa merk Philips 10-15 watt (harga 6-8 rb) untuk pengganti neon yang rusak.
  2. Hubungkan kedua kutub neon dengan rangkaian sesuai dengan gambar di bawah ini.




Lampu Hemat Energi dengan neon yang sudah dimodifikasi lebih terang dibandingkan Lampu Hemat Energi yang harga 8 rb-an. Lumayan ngirit, daripada harus beli lampu baru yang harganya sekarang sekitar 30 rb-an.
sumber : http://ekohasan.blogspot.com

Sabtu, 17 November 2012

TV PANASONIC Model TC 2088 SUSAH HIDUP



 
TV Panasonc TC 2088 sangat susah dihidupkan. dan harus menunggu lama sehingga TV bisa Hidup Normal.  (masaalah ini akan terulang kembali di saat tv di matikan jangka waktu lama )
Pemecahan masaalah :
*.sebagaimana bisanya seorang tehnisi biasanya setelah membuka kesing terlebih dahulu membersihkan dan memeriksa komponen secara visual dan melihat apakah ada komponen yang berubah bentuk ,hangus,putus pcb,dll.jika di temui sebagaimana di atas biasanya diganti saja. 
*jika semua tegangan di yakini normal maka selanjutnya ukurlah tengangan basis dari Transistor horizontal ,biasanya di titik ini saat di hidupkan ada tegangan dibawah 3volt.jika tidak ada ,periksa bias basis dari transistor Driver nya.berlanjut selusuri jalur pcb sampai pada IC Cromanya,biasanya saat di start ada keluar sedikit tengangan(freqwensi osilator horizontal )di pin IC horizontal out.
 letak komponen yang rusak/soak
 
*periksa kemudian gantilah elco yang kelihatan botak,mengelembung,atau bodinya sudah tidak wajar lagi,
Ganti juga elco C505  ( 1uf/50v)       C508 ( 220uf/16v) C593 ( 22uf/16v)     C452 (33uf/16v)   C526 (10uf/16)    C646 (100uf/16v)lihat letak komponen yang rusak.

 
*. Selesai!, TV hidup dengan normal, pada pagi besoknya tidak ada masaalah lagi. 
Sumber :  http://amrisf.blogspot.com/

Minggu, 28 Oktober 2012

DIODA

Dioda adalah komponen elektronik yang mempunyai dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda. Anoda untuk polaritas positif dan katoda untuk polaritas negatif. Di dalam dioda terdapat junction (pertemuan) dimana semikonduktor type-p dan semi konduktor type-n bertemu.
Dioda semikonduktor hanya dapat melewatkan arus searah saja, yaitu pada saat dioda diberikan catu maju (forward bias) dari anoda (sisi P) ke katoda (sisi N). Pada kondisi tersebut dioda dikatakan dalam keadaan menghantar (memiliki tahanan dalam sangat kecil). Sedangkan bila dioda diberi catu terbalik (reverse bias) maka maka pada kondisi ini dioda tidak menghantar (memiliki tahanan dalam yang tinggi sehingga arus sulit mengalir).
Untuk dioda silikon arus mulai dilewatkan setelah tegangan ≥ 0.7 Volt DC, sedangkan untuk dioda Germanium mulai dilewatkan setelah tegangan mencapai ≥ 0.3 Volt DC.
Penerapan dioda semi konduktor yang umum adalah sebagai penyearah, selain fungsi lain seperti pembatas tegangan, detektor dan clipper.

Jenis-jenis Dioda

Dioda biasa Beroperasi seperti penjelasan di atas. Biasanya dibuat dari silikon atau dari germanium. Dioda biasa kadang dikemas dalam satu wadah yang berisi dua atau empat buah dioda yang disebut dengan dioda jembatan (Bridge dioda) atau yang biasa dikenal dengan sebutan dioda kuprok.
Dioda Pemancar Cahaya (LED) Bila dioda dibias forward, electron pita konduksi melewati junction dan jatuh ke dalam hole. Pada saat elektron-elektron jatuh dari pita konduksi ke pita valensi, mereka memancarkan energi. Pada dioda LED energi dipancarkan sebagai cahaya, sedangkan pada dioda penyearah energi ini keluar sebagai panas. Dengan menggunakan bahan dasar pembuatan seperti gallium, arsen dan phosfor pabrik dapat membuat LED dengan memancarkan cahaya warna merah, kuning, dan infra merah (tak kelihatan). Led yang menghasilkan pancaran cahaya tampak biasanya digunakan untuk display mesin hitung, jam digital dan lain-lain. Sedangkan Led infra merah dapat digunakan dalam sistim tanda bahaya pencuri dan lingkup lainnya yang membutuhkan cahaya tak kelihatan, juga untuk remote control. Keuntungan lampu Led dibandingkan lampu pijar adalah umurnya panjang, teganagnnya rendah dan saklar nyala matinya cepat. Gambar 2.1 dibawah ini menjukkan lambang atau simbol dari macam dioda.
Dioda Photo Energi thermal menghasilkan pembawa minoritas dalam dioda, makin tinggi suhu makin besar arus dioda yang terbias terbalik. Energi cahaya juga menghasilkan pembawa minoritas. Dengan menggunakan jendela kecil untuk membuka junction agar terkena sinar, pabrik dapat membuat dioda photo. Jika cahaya luar mengenai junction dioda photo yang dibias terbalik akan dihasilkan pasangan electron-hole dalam lapisan pengosongan. Makin kuat cahaya makin banyak jumlah pembawa yang dihasilkan cahaya makin besar arus reverse. Oleh sebab itu dioda photo merupakan detektor cahaya yang baik sekali.
Dioda Varactor Seperti kebanyakan komponen dengan kawat penghubung, dioda juga mempunyai kapasitansi bocor yang mempengaruhi kerja pada frekuensi tinggi, kapasitansi luar ini biasanya lebih kecil dari 1 pF. Dioda silicon yang memanfaatkan efek kapasitansi yang berubah-ubah ini disebut dioda varactor. Dalam banyak aplikasi menggantikan kapasitor yang ditala secara mekanik, dengan perkataan lain varaktor yang dipasang parallel dengan inductor merupakan rangkaian tangki resonansi. Dengan mengubah-ubah tegangan riverse pada varactor kita dapat mengubah frekuensi resonansi. Penerapan dioda varaktor ini biasanya pada tuner yang ditala menggunakan tegangan.
Dioda Schottky Dioda schottky menggunakan logam emas, perak atau platina pada salah satu sisi junction dan silicon yang di dop (biasanya type-n) pada sisi yang lain. Dioda semacam ini adalah piranti unipolar karena electron bebas merupakan pembawa mayoritas pada kedua sisi junction. Dan dioda Schottky ini tidak mempunyai lapisan pengosongan atau penyimpanan muatan, sehingga mengakibatkan ia dapat di switch nyala dan mati lebih cepat dari pada dioda bipolar. Sebagai hasilnya piranti ini dapat menyearahkan frekuensi diatas 300 Mhz dan jauh diatas kemampuan dioda bipolar.
Dioda Step-Recovery Dengan mengurangi tingkat doping dekat junction pabrik dapat membuat dioda step-recovery piranti yang memanfaatkan penyimpanan muatan. Selama konduksi maju dioda berlaku seperti dioda biasa dan bila dibias terbalik dioda ini konduksi sementara lapisan pengosongan sedang diatur dan kemudian tiba-tiba saja arus balik menjadi nol. Dalam keadaan ini seolah-olah dioda tiba-tiba terbuka menjepret (snaps open) seperti saklar, dan inilah sebabnya kenapa dioda step-recovery sering kali disebut dioda snap. Dioda step-recovery digunakan dalam rangkaian pulsa dan digital untuk menghasilkan pulsa yang sangat cepat. Snap-off yang tiba-tiba dapat menghasilkan pensaklaran on-off kurang dari 1 ns. Dioda khusus ini juga digunakan dalam pengali frekuensi.
Dioda Zener Dioda zener dibuat untuk bekerja pada daerah breakdown dan menghasilkan tegangan breakdown kira-kira dari 2 sampai 200 Volt. Dengan memberikan tegangan terbalik melampaui tegangan breakdown zener, piranti berlaku seperti sumber tegangan konstan, dengan kata lain dioda zener akan membatasi tegangan agar tidak lebih besar dari tegangan breakdownnya. Dioda Zener banyak digunakan kedua setelah dioda penyearah, dioda zener adalah komponen utama regulator tegangan.

Kerusakan yang sering ditemui pada Dioda

  • Arus bocor saat di beri bias terbalik
  • Hubung singkat / tegangan tembus saat di beri bias terbalik
  • Sirkuit terputus
Sumber :  http://www.beteve.com

Kamis, 25 Oktober 2012

PENANDAAN NILAI KONDENSATOR

Ada dua metode yang digunakan sebagai penanda nilai kondensator, metode pertama adalah dengan menggunakan pita warna seperti halnya yang diterapkan pada resistor aksial dan metode kedua adalah dengan cara ditandai secara alfabet-numerik.

Penanda nilai kondensator dengan pita warna

Penandaan nilai kondensator dengan pita warna, biasanya diterapkan pada kondensator kertas, kondensator polikarbonat metal dan kondensator polyester, cara membaca nilainya dimulai dari pita warna paling atas lalu berangsur turun kebawah, kode warna yang digunakan mirip dengan kode warna pada resistor, tetapi dengan meninggalkan warna emas dan perak. Jumlah pita warna bisanya lima warna, jika ditemui hanya empat warna artinya pita warna yang menunjukkan tegangan kerja maksimum tidak disertakan, dalam kondisi seperti ini maka tegangan kerja yang diizinkan maksimum adalah sebesar 50 Volt.
Contoh, sebuah kondensator yang memiliki pita warna : Merah, Merah, Kuning, Hitam, Merah adalah bernilai 220000 pF 0% 250 V = 220 nF 0% 250 V. Cara membaca yang lebih mudah adalah: pita pertama, Merah, mempunyai harga 2 dan pita kedua, Merah, mempunyai harga 2, sehingga keduanya dihitung sebagai 22. Pita ketiga, kuning, mempunyai harga 104, yang berarti menambahkan empat nol dibelakang angka 22, sedangkan pita keempat, Hitam, merupakan kode untuk toleransi 0%, dan pita kelima Merah yang menunjukkan tegangan kerja maksimum 250V. Secara keseluruhan skema warna Merah, Merah, Kuning, Hitam, Merah memberikan nilai 220.000pF pada keakuratan 0% dengan tegangan kerja maksimum 250V. Dibawah ini adalah tabel warna yang dapat digunakan sebagai acuan.
Warna Pita pertama Pita kedua Pita ketiga
(pengali)
Pita keempat
(toleransi)
Pita kelima
(Tegangan kerja)
Hitam 0 0 ×100   100V
Cokelat 1 1 ×101   100V
Merah 2 2 ×102   250V
Oranye 3 3 ×103   250V
Kuning 4 4 ×104   400V
Hijau 5 5 ×105   400V
Biru 6 6 ×106   630V
Ungu 7 7 ×107   630V
Abu-abu 8 8 ×108   630V
Putih 9 9 ×109 ±10% 630V
 Sumber : http://www.beteve.com

Rabu, 24 Oktober 2012

KONDENSATOR ATAU KAPASITOR

Kondensator atau Capasitor, adalah komponen elektronik yang dapat menyimpan muatan listrik dengan cara mengumpulkan ketidak-seimbangan internal dari muatan listrik, kemampuan kondensator dalam menyimpan muatan listrik disebut kapasitansi yang diukur dalam satuan Farad (F)
Dimana :
1 F = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
Disamping memiliki nilai kapasitansi, kondensator juga memiliki nilai batas tegangan kerja (working voltage), dan batas temperatur kerja, batas temperatur kerja perlu diperhatikan terutama untuk kondensator jenis elektrolit (Elco), karena temperatur dapat mengubah cairan elektrolit dalam elco yang pada ahirnya dapat mempengaruhi perubahan nilai kapasitansinya.
Kontruksi kondensator terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut dengan bahan dielektrik, fungsi bahan dielektrik tersebut adalah untuk memperbesar kapasitansi kondensator, bahan dielektrik yang biasa digunakan diantaranya adalah : udara, keramik, kertas, kaca, mika, polyester dan elektrolit tertentu.
Menurut polarisasi kutubnya kondensator dibagi menjadi dua jenis, yaitu polar dan non polar, kondensator polar membedakan polarisasi antara kutub positif dan kutub negatif, sedangkan kondensator non polar tidak membedakan polarisasi kutubnya, sehingga untuk kondensator polar maka pemasangannya tidak boleh terbalik sedangkan untuk kodensator nonpolar pemasangannya boleh sembarang, contoh kondensator polar adalah Elco dan Tantalum sedangkan contoh kondensator non polar seperti kondensator kertas, kondensator mika dan kondensator keramik.
Menurut perubahan nilai kapasitansinya, kondensator juga dibagi menjadi dua jenis yaitu kondensator tetap dan kondensator variabel, kondensator tetap berarti nilai kapasitansi dari kondensator tersebut tetap alias tidak dapat diubah, sedangkan kondensator variabel artinya nilai kapasitansi dari kondensator tersebut dapat diubah, contoh kondensator variabel adalah TC (trimmer capasitor) atau VARCO (variable condenser).
Sumber :  http://www.beteve.com

Selasa, 23 Oktober 2012

RESISTOR VARIABLE

Resistor variabel (variable resistor atau varistor) adalah resistor yang nilai tahanannya dapat berubah atau dapat diubah. Ada bermacam-macam resistor variabel antara lain :
1. Potensiometer (Potentiometer)
Adalah resistor tiga terminal yang nilai tahanannya dapat diubah dengan cara menggeser (untuk potensio jenis geser) atau memutar (untuk potensio jenis putar) tuasnya, penggunaan tuas dimaksudkan bahwa rangkaian yang menggunakan potensiometer ini sering dilakukan pengaturan, dan ditujukan untuk pemakai, pada pesawat televisi contoh bagian yang sering dilakukan pengaturan adalah bagian kontrol audio, brightness, contrast, dan color.
Jenis potensiometer ada dua macam, yaitu linier (lin) dan logaritmik (log). Untuk jenis linier skala penggeseran tuas (untuk yang model geser) atau besarnya sudut pemutaran tuas (untuk yang model putar) proporsional atau berbanding lurus dengan perubahan tahananya. Sedangkan jenis logaritmik skala penggeseran tuas (untuk yang model geser) atau besarnya sudut pemutaran tuas (untuk yang model putar) tidak berbanding lurus tetapi sesuai dengan grafik fungsi logaritmik (sesuai hukum logaritma) terhadap perubahan tahananya, potensiometer logaritmik dapat dibuat dari potensiometer linier ditambah dengan resistor eksternal, karena potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat mahal, potensiometer logaritmik lazim digunakan pada pengatur volume audio.
2. Trimpot (Trimmer Potentiometer)
Adalah potensiometer yang cara mengubah nilai tahanannya dengan cara mentrim dengan menggunakan obeng trim. Pada televisi, trimpot biasanya digunakan untuk mengatur besaran arus pada rangkaian oscilator, rangkaian driver, atau pada penyetelan keseimbangan putih (white balance). bagian-bagian yang menggunakan trimpot berarti bagian tersebut tidak sering dilakukan penyetelan dan biasanya hanya ditujukan untuk maintenance.
3. PTC (Positive Temperatur Coefisien )
PTC termasuk jenis thermistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh suhu. Nilai hambatan PTC saat dingin adalah sangat rendah, tetapi saat suhu PTC naik maka nilai hambatannya juga ikut naik. Pada pesawat televisi PTC biasanya digunakan untuk memberikan suplay tegangan pada kumparan degausing (degausing coil)
4. NTC (Negative Temperatur Coefisien )
NTC juga termasuk jenis thermistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh suhu, tetapi NTC kebalikan dari PTC, dimana nilai tahanan NTC saat dingin sangat tinggi, tetapi saat suhu NTC semakin naik, maka nilai tahanannya akan semakin mengecil bahkan nol. Pada pesawat televisi NTC biasanya dipasang pada terminal masukan listrik, ini dimaksudkan untuk mengurangi kejutan tegangan pada rangkaian power suply, sehingga efek yang ditimbulkan dari penambahan NTC ini adalah sebuah kondisi yang disebut sebagai "soft start".
5. LDR (Light Dependen Resistor)
LDR adalah merupakan resistor peka cahaya atau biasa disebut dengan fotoresistor, dimana nilai resistansinya akan menurun jika ada penambahan intensitas cahaya yang mengenainya.
Fotoresistor dibuat dari semikonduktor beresistansi tinggi. Jika cahaya yang mengenainya memiliki frekuensi yang cukup tinggi, foton yang diserap oleh semikonduktor akan menyebabkan elektron memiliki energi yang cukup untuk meloncat ke pita konduksi. Elektron bebas yang dihasilkan (dan pasangan hole-nya) akan mengalirkan listrik, sehingga menurunkan resistansinya.
Sumber : http://www.beteve.com