Tampilkan postingan dengan label TELEVISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TELEVISI. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Maret 2017
Peralatan Tempur
Ini Adalah Sebagian Peralatan saya dalam melaksanakan Tugas, yang selalu setia menemani ku di medan Juang
Label:bisnis,online
bisnis,
bisnis online,
Hp,
hp china,
PLAY STATION,
Printer,
TELEVISI,
tin trik,
tips dan trik
Selasa, 07 Maret 2017
Dapat Garapan TV TOSHIBA TABUNG , saat dinyalakan layar menyempit dari atas dan bawah (Horisontal), TV ini menggunakan IC Vertikal LA...
setelah melakukan pengecekan bagian Elco-elco di daerah Vertikal ditemukan Elco 10/100v Kering. ganti elco tersebut. hasilnya masih tetap meyempit. pengecekan dilanjut di bagian IC Croma pin yang menuju IC Pertical, terdapat Elco 1/50 Kering , setelah melakukan penggantian , TV Normal Alhamdulillah. Tonton Video dibawah ini untuk lebih jelasnya
setelah melakukan pengecekan bagian Elco-elco di daerah Vertikal ditemukan Elco 10/100v Kering. ganti elco tersebut. hasilnya masih tetap meyempit. pengecekan dilanjut di bagian IC Croma pin yang menuju IC Pertical, terdapat Elco 1/50 Kering , setelah melakukan penggantian , TV Normal Alhamdulillah. Tonton Video dibawah ini untuk lebih jelasnya
Sabtu, 12 September 2015
TV CHINA Tegangan B+ tidak keluar (0V)
Dapat Service an TV China dengan Kondisi Indikator Mati Total.... Pertama dinyalakan ada respon dari Mesin...
Setelah di cek Tegangan DC 300 V pada bagian Power Suply Bagus.. (Terukur sekitar 300 V ), pengukuran ke bagian B+ , ditemukan Kejanggalan.. karena Disana tidak ada Tegangan Sama Sekali. (0V) ..
langsung saya ganti STR nya... Alhamdulillah Masahal Terselesaikan (Tegangan B+ langsung keluar) dan TV pun Bekerja dengan Normal...
berhubung saya lupa ga sempet ngambil gambar mesinnya... jadi photo ga bisa ditampilkan... moho maaf...
Setelah di cek Tegangan DC 300 V pada bagian Power Suply Bagus.. (Terukur sekitar 300 V ), pengukuran ke bagian B+ , ditemukan Kejanggalan.. karena Disana tidak ada Tegangan Sama Sekali. (0V) ..
langsung saya ganti STR nya... Alhamdulillah Masahal Terselesaikan (Tegangan B+ langsung keluar) dan TV pun Bekerja dengan Normal...
berhubung saya lupa ga sempet ngambil gambar mesinnya... jadi photo ga bisa ditampilkan... moho maaf...
Label:bisnis,online
artikel,
belajar blog,
TELEVISI,
tips dan trik
Kamis, 17 April 2014
TV Samsung CS-20H4MJO (Layar Mati Indicator Normal)
| TV SAMSUNG CS-20H4MJO |
mulai segera di chek Kondisi Elco -elco yang dicurigai..... menggunakan ESR Meter... (Mulai dari Rangkaian Regulator hingga Ke rangkaian Output.
ternyata Kondisi semua Elco Bagus....
dengan cara mencoba mengganti Capasitor ( Capasitor ini diukur Bagus) dengan nilai 681 K/2KV yang terdapat dekat Transistor H-Out . Akhirnya TV Kembali Normal... Alhamdulillah
berikut letak Capasitor
| Letak Capasitor yang diganti terletak dekat TR H-Out |
| TV Kembali Normal Setelah dilakukan Perbaikan |
Label:bisnis,online
Capasitor,
Elektronika Dasar,
KONDENSATOR,
SAMSUNG,
TELEVISI,
tips dan trik
Rabu, 16 April 2014
SANKEN KADANG HIDUP KADANG MATI
Dapat Service an TV Sanken 14 Inchi. dengan Kondisi Saat TV dinyalakan TV hidup sebentar terus mati dan nyala lagi...mati lagi...kondisi layar tidak stabil menyempit dan melebar...
setelah dilakukan pemeriksaan Komponen Komponen yang dicurigai... dari bagian Regulator... diantaranya mengukur Elco-elco dan Resistor. dan ganti transistor driver... Kondisi masih tetap sama...
akhirnya dengan tidak yakin saya ganti trimpot untuk mengatur tegangan 115 V dengan mencabut dari Rangkaian TV bekas...
Alhamdulillah TV Kembali Normal.... ternyata biang keroknya dari Trimpot... (tak diduga dan tak dinyana)...
Catatan : Kasus Sama Tetapi Penyelesaian Bisa Berbeda....semoga bermanfaat
setelah dilakukan pemeriksaan Komponen Komponen yang dicurigai... dari bagian Regulator... diantaranya mengukur Elco-elco dan Resistor. dan ganti transistor driver... Kondisi masih tetap sama...
akhirnya dengan tidak yakin saya ganti trimpot untuk mengatur tegangan 115 V dengan mencabut dari Rangkaian TV bekas...
Alhamdulillah TV Kembali Normal.... ternyata biang keroknya dari Trimpot... (tak diduga dan tak dinyana)...
| GANTI TRIMPOT |
| Alhamdulillah TV Normal Kembali.... |
Catatan : Kasus Sama Tetapi Penyelesaian Bisa Berbeda....semoga bermanfaat
Label:bisnis,online
DIODA,
Elektronika Dasar,
SANKEN,
TELEVISI,
tin trik,
tips dan trik
Kamis, 23 Januari 2014
MODIFIKASI REGULATOR SPEAKER AKTIVE GMC MENGGUNAKAN GACUN
Dapat Service an Speaker aktive GMC 888G, dengan Kondisi Bagian Regulator Jebol pada Resistor.masalah timbul karena Resistor tersebut tidak ada dipasaran . dengan bantuan rekan Saya Riki (Thanks... Mas Browwww) akhirnya masalah dapat terselesaikan. dengan cara mengganti Bagian regulator menggunakan Gacun (yang biasa digunakan untuk mengganti regulator Mesin TV)
berikut gambarnya:....Semoga Bermanfaat....
berikut gambarnya:....Semoga Bermanfaat....
| Proses Pemasangan Gacun |
| Jenis Gacun Yang digunakan |
Label:bisnis,online
Elektronika Dasar,
service,
TELEVISI,
tips dan trik
Jumat, 27 September 2013
POLYTRON MINIMAX STANDBY (PROTECT)
Dapat kasus TV Polytron Minimax .KEadaan Standby (Protect) dengan kondisi Indikator menyala merah . saat menggunakan remot LAmpu Indikator ada reaksi tetapi langsung kembali nyala merah.
langsung saya buka Casing . dan penyelusuran didaerah Vertikal. langsung saya ganti Elco-Elco yang berukuran 1mF / 50V... disitu terdapat dua buah Elco yang berukuran sama. Ganti saja keduanya.
dan TV dicoba kembali.
Alhamdulillah Lampi kembali Normal....
Setelah ditunggu beberapa lama, TV kembali dipasang dan dirapikan seperti semula.
berikut gambar yang saya maksud.
Ket: Kasus bisa sama tetapi komponen yang rusak bisa berbeda.
Semoga Bermanfaat.
langsung saya buka Casing . dan penyelusuran didaerah Vertikal. langsung saya ganti Elco-Elco yang berukuran 1mF / 50V... disitu terdapat dua buah Elco yang berukuran sama. Ganti saja keduanya.
dan TV dicoba kembali.
Alhamdulillah Lampi kembali Normal....
Setelah ditunggu beberapa lama, TV kembali dipasang dan dirapikan seperti semula.
berikut gambar yang saya maksud.
| Ganti Elco yang berukuran 1mf/50v keduanya |
| Ganti Elco ysng berukuran 1mf/50v keduanya |
Ket: Kasus bisa sama tetapi komponen yang rusak bisa berbeda.
Semoga Bermanfaat.
Label:bisnis,online
Elektronika Dasar,
KONDENSATOR,
POLYTRON,
service,
TELEVISI,
tips dan trik
Kamis, 26 September 2013
TV ICHIKO 29 " Mati Total
Kasusnya terjadi udah sekitar dua minggu yang lalu...sih... cuma saya belum sempat Upload... jadi sempetnya sekarang...mudah-mudahan bermanfaat.
Dapat Kasus TV ICHIKO Mati, tetapi setelah saya ukur bagian transistor regulator Normal. pengukuran pun langsung disasar ke bagian sekunder trafo .ditemukan sebuah dioda dalam keadaan putus...
langsung saja saya lepad dioda dan saya cari dengan yang baru.. lumayan susah juga nyari yang ukurannya sama. tapi akhirnya saya menemukan dioda walaupun beda seri... saya coba pasang aja...
Alhmadulillah TV akhirnya nyala juga...
berikut gambar dioda yang saya maksud.
Ket: mungkin kasus sama tetapi Komponen yang rusak bisa berbeda.
Dapat Kasus TV ICHIKO Mati, tetapi setelah saya ukur bagian transistor regulator Normal. pengukuran pun langsung disasar ke bagian sekunder trafo .ditemukan sebuah dioda dalam keadaan putus...
langsung saja saya lepad dioda dan saya cari dengan yang baru.. lumayan susah juga nyari yang ukurannya sama. tapi akhirnya saya menemukan dioda walaupun beda seri... saya coba pasang aja...
Alhmadulillah TV akhirnya nyala juga...
berikut gambar dioda yang saya maksud.
Ket: mungkin kasus sama tetapi Komponen yang rusak bisa berbeda.
Label:bisnis,online
DIODA,
Elektronika Dasar,
TELEVISI,
tips dan trik
Kamis, 25 April 2013
POLYTRON SLIM (PS52SV53) HANYA GARIS VERTIKAL
Dapet panggilan service ke daerah Cilengkrang, memperbaiki tv Polytron slim (PS52SV53) kondisi gambar hanya garis vertikal (Dari atas ke bawah) suara Normal.
segera bongkar tv. pemeriksaan dilakukan pada daerah horisontal. pengukuran dengan Avo meter kondisi Elco-elco normal.
sempet bingung . tetapi setelah browsing ke bah google ,kemungkinan kerusakan pada Capasitor non polar dengan nilai 390 n/ 250v.
saat diukur menggunakan multitester kapaitor kondisi normal seperti teori nya (Jarum tidak bergerak sama sekali) tetapi pikir saya kemungkinan putus .
langsung saja saya ganti kapasitor tersebut.
setelah selesai TV dipasang kembali dirapihkan... dan di test.
Alhamdulillah Mesin Normal kembali.
tetapi setelah menunggu beberapa menit dilayar ada garis-garis horisontal....
Wah... masalah baru nih.... sampai postingan ini diterbitkan... kerusakan layar belum saya selesaikan untuk masalah vertikal. nanti disambung... Insya Allah...
Soalnya pembayaran tertunda dari konsumen (nunggu beres kerjaan dulu) he..he..
berikut Kapasitor yang diganti (Kerusakan Layar hanya bergaris vertikal)
segera bongkar tv. pemeriksaan dilakukan pada daerah horisontal. pengukuran dengan Avo meter kondisi Elco-elco normal.
sempet bingung . tetapi setelah browsing ke bah google ,kemungkinan kerusakan pada Capasitor non polar dengan nilai 390 n/ 250v.
saat diukur menggunakan multitester kapaitor kondisi normal seperti teori nya (Jarum tidak bergerak sama sekali) tetapi pikir saya kemungkinan putus .
langsung saja saya ganti kapasitor tersebut.
setelah selesai TV dipasang kembali dirapihkan... dan di test.
Alhamdulillah Mesin Normal kembali.
tetapi setelah menunggu beberapa menit dilayar ada garis-garis horisontal....
Wah... masalah baru nih.... sampai postingan ini diterbitkan... kerusakan layar belum saya selesaikan untuk masalah vertikal. nanti disambung... Insya Allah...
Soalnya pembayaran tertunda dari konsumen (nunggu beres kerjaan dulu) he..he..
berikut Kapasitor yang diganti (Kerusakan Layar hanya bergaris vertikal)
Sabtu, 06 April 2013
DIGITEC DN2007 TS GAMBAR GARIS HORIZONTAL
Hari ini dapat service an TV DIGITEC DN2007TS dalam kondisi Suara Normal tetapi GAmbar Satu garis Horisontal di tengah.
Tv pun mulai dibuka casing nya dan diperiksa bagian -bagian IC Vertikal . Elco pun diperiksa menggunakan ESR MEter.... kondisi semua normal.periksa Solderan (Resolder).
dan rangkaian dipasang lagi.... ternyata tv masih kodisi satu garis horisontal.
lalu saya buka lagi di check kembali mungkin ada bagian solderan yang terlewat di resolder...
Pemeriksaan pada kabel yoke, ternyata kabel vertikal dari yoke ke pcb ada yang retak. (posisi tidak kelihatan retak tetapi ketika digoyang timah solder ikut bergoyang.
langsung saja saya resolder .
dan rangkaianpun di pasang kembali . tv langung dinyalakan .... kondisi tv pun normal kembali... Alhamdulillah..... tinggal gajian eh....
Tv pun mulai dibuka casing nya dan diperiksa bagian -bagian IC Vertikal . Elco pun diperiksa menggunakan ESR MEter.... kondisi semua normal.periksa Solderan (Resolder).
dan rangkaian dipasang lagi.... ternyata tv masih kodisi satu garis horisontal.
lalu saya buka lagi di check kembali mungkin ada bagian solderan yang terlewat di resolder...
Pemeriksaan pada kabel yoke, ternyata kabel vertikal dari yoke ke pcb ada yang retak. (posisi tidak kelihatan retak tetapi ketika digoyang timah solder ikut bergoyang.
langsung saja saya resolder .
dan rangkaianpun di pasang kembali . tv langung dinyalakan .... kondisi tv pun normal kembali... Alhamdulillah..... tinggal gajian eh....
| Resolder kabel-kabel yoke yang retak |
| Resolder kabel-kabel yoke yang retak |
Minggu, 23 Desember 2012
CARA MENGUKUR MOSFET
BERIKUT CARA MENGUKUR MOSFET (yang saya sadur dari http://wirkamdwyfebrian.blogspot.com/)
FET bentuk fisiknya seperti transistor. Fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan.
FET memiliki tiga kaki juga yaitu :
• GATE (G) adalah kaki input
• DRAIN (D) adalah kaki output
• SOURCE (S) adalah kaki sumber
Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo.

Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.
• Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF 620, dll.
• Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4 angka u/ IRF)

• FET PENAIK TEGANGAN
Cara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K


• FET PENURUN TEGANGANCara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K

FET bentuk fisiknya seperti transistor. Fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan.
FET memiliki tiga kaki juga yaitu :
• GATE (G) adalah kaki input
• DRAIN (D) adalah kaki output
• SOURCE (S) adalah kaki sumber
Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo.
Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.
• Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF 620, dll.
• Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4 angka u/ IRF)
• FET PENAIK TEGANGAN
Cara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K
• FET PENURUN TEGANGANCara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K
Label:bisnis,online
Elektronika Dasar,
PLAY STATION,
TELEVISI,
tips dan trik
Sabtu, 17 November 2012
TV PANASONIC Model TC 2088 SUSAH HIDUP
TV Panasonc TC 2088 sangat susah dihidupkan. dan harus menunggu lama sehingga TV bisa Hidup Normal. (masaalah ini akan terulang kembali di saat tv
di matikan jangka waktu lama )
Pemecahan masaalah
:
*.sebagaimana
bisanya seorang tehnisi biasanya setelah membuka kesing terlebih dahulu
membersihkan dan memeriksa komponen secara visual dan melihat apakah ada
komponen yang berubah bentuk ,hangus,putus pcb,dll.jika di temui sebagaimana di
atas biasanya diganti saja.
*jika semua
tegangan di yakini normal maka selanjutnya ukurlah tengangan basis dari
Transistor horizontal ,biasanya di titik ini saat di hidupkan ada tegangan dibawah
3volt.jika tidak ada ,periksa bias basis dari transistor Driver nya.berlanjut selusuri
jalur pcb sampai pada IC Cromanya,biasanya saat di start ada keluar sedikit
tengangan(freqwensi osilator horizontal )di pin IC horizontal out.
letak komponen yang rusak/soak
*periksa kemudian
gantilah elco yang kelihatan botak,mengelembung,atau bodinya sudah tidak wajar
lagi,
Ganti juga
elco C505 ( 1uf/50v) C508 ( 220uf/16v) C593 ( 22uf/16v) C452 (33uf/16v) C526 (10uf/16) C646 (100uf/16v)lihat letak komponen yang
rusak.
*. Selesai!,
TV hidup dengan normal, pada pagi besoknya tidak ada masaalah lagi.
Sumber : http://amrisf.blogspot.com/
Label:bisnis,online
Elektronika Dasar,
Panasonic,
service,
TELEVISI
Minggu, 28 Oktober 2012
DIODA
Dioda adalah komponen elektronik yang
mempunyai dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda. Anoda untuk
polaritas positif dan katoda untuk polaritas negatif. Di dalam dioda
terdapat junction (pertemuan) dimana semikonduktor type-p dan semi
konduktor type-n bertemu.
Dioda
semikonduktor hanya dapat melewatkan arus searah saja, yaitu pada saat
dioda diberikan catu maju (forward bias) dari anoda (sisi P) ke katoda
(sisi N). Pada kondisi tersebut dioda dikatakan dalam keadaan menghantar
(memiliki tahanan dalam sangat kecil). Sedangkan bila dioda diberi catu
terbalik (reverse bias) maka maka pada kondisi ini dioda tidak
menghantar (memiliki tahanan dalam yang tinggi sehingga arus sulit
mengalir).
Untuk dioda silikon arus mulai dilewatkan setelah tegangan ≥ 0.7 Volt DC, sedangkan untuk dioda Germanium mulai dilewatkan setelah tegangan mencapai ≥ 0.3 Volt DC.
Penerapan dioda semi konduktor yang umum adalah sebagai penyearah, selain fungsi lain seperti pembatas tegangan, detektor dan clipper.
Dioda biasa Beroperasi
seperti penjelasan di atas. Biasanya dibuat dari silikon atau dari
germanium. Dioda biasa kadang dikemas dalam satu wadah yang berisi dua
atau empat buah dioda yang disebut dengan dioda jembatan (Bridge dioda)
atau yang biasa dikenal dengan sebutan dioda kuprok.
Dioda Pemancar Cahaya (LED) Bila dioda dibias forward, electron pita konduksi melewati junction dan jatuh ke dalam hole. Pada saat elektron-elektron jatuh dari pita konduksi ke pita valensi, mereka memancarkan energi. Pada dioda LED energi dipancarkan sebagai cahaya, sedangkan pada dioda penyearah energi ini keluar sebagai panas. Dengan menggunakan bahan dasar pembuatan seperti gallium, arsen dan phosfor pabrik dapat membuat LED dengan memancarkan cahaya warna merah, kuning, dan infra merah (tak kelihatan). Led yang menghasilkan pancaran cahaya tampak biasanya digunakan untuk display mesin hitung, jam digital dan lain-lain. Sedangkan Led infra merah dapat digunakan dalam sistim tanda bahaya pencuri dan lingkup lainnya yang membutuhkan cahaya tak kelihatan, juga untuk remote control. Keuntungan lampu Led dibandingkan lampu pijar adalah umurnya panjang, teganagnnya rendah dan saklar nyala matinya cepat. Gambar 2.1 dibawah ini menjukkan lambang atau simbol dari macam dioda.
Dioda Photo Energi thermal menghasilkan pembawa minoritas dalam dioda, makin tinggi suhu makin besar arus dioda yang terbias terbalik. Energi cahaya juga menghasilkan pembawa minoritas. Dengan menggunakan jendela kecil untuk membuka junction agar terkena sinar, pabrik dapat membuat dioda photo. Jika cahaya luar mengenai junction dioda photo yang dibias terbalik akan dihasilkan pasangan electron-hole dalam lapisan pengosongan. Makin kuat cahaya makin banyak jumlah pembawa yang dihasilkan cahaya makin besar arus reverse. Oleh sebab itu dioda photo merupakan detektor cahaya yang baik sekali.
Dioda Varactor Seperti kebanyakan komponen dengan kawat penghubung, dioda juga mempunyai kapasitansi bocor yang mempengaruhi kerja pada frekuensi tinggi, kapasitansi luar ini biasanya lebih kecil dari 1 pF. Dioda silicon yang memanfaatkan efek kapasitansi yang berubah-ubah ini disebut dioda varactor. Dalam banyak aplikasi menggantikan kapasitor yang ditala secara mekanik, dengan perkataan lain varaktor yang dipasang parallel dengan inductor merupakan rangkaian tangki resonansi. Dengan mengubah-ubah tegangan riverse pada varactor kita dapat mengubah frekuensi resonansi. Penerapan dioda varaktor ini biasanya pada tuner yang ditala menggunakan tegangan.
Dioda Schottky Dioda schottky menggunakan logam emas, perak atau platina pada salah satu sisi junction dan silicon yang di dop (biasanya type-n) pada sisi yang lain. Dioda semacam ini adalah piranti unipolar karena electron bebas merupakan pembawa mayoritas pada kedua sisi junction. Dan dioda Schottky ini tidak mempunyai lapisan pengosongan atau penyimpanan muatan, sehingga mengakibatkan ia dapat di switch nyala dan mati lebih cepat dari pada dioda bipolar. Sebagai hasilnya piranti ini dapat menyearahkan frekuensi diatas 300 Mhz dan jauh diatas kemampuan dioda bipolar.
Dioda Step-Recovery Dengan mengurangi tingkat doping dekat junction pabrik dapat membuat dioda step-recovery piranti yang memanfaatkan penyimpanan muatan. Selama konduksi maju dioda berlaku seperti dioda biasa dan bila dibias terbalik dioda ini konduksi sementara lapisan pengosongan sedang diatur dan kemudian tiba-tiba saja arus balik menjadi nol. Dalam keadaan ini seolah-olah dioda tiba-tiba terbuka menjepret (snaps open) seperti saklar, dan inilah sebabnya kenapa dioda step-recovery sering kali disebut dioda snap. Dioda step-recovery digunakan dalam rangkaian pulsa dan digital untuk menghasilkan pulsa yang sangat cepat. Snap-off yang tiba-tiba dapat menghasilkan pensaklaran on-off kurang dari 1 ns. Dioda khusus ini juga digunakan dalam pengali frekuensi.
Dioda Zener Dioda zener dibuat untuk bekerja pada daerah breakdown dan menghasilkan tegangan breakdown kira-kira dari 2 sampai 200 Volt. Dengan memberikan tegangan terbalik melampaui tegangan breakdown zener, piranti berlaku seperti sumber tegangan konstan, dengan kata lain dioda zener akan membatasi tegangan agar tidak lebih besar dari tegangan breakdownnya. Dioda Zener banyak digunakan kedua setelah dioda penyearah, dioda zener adalah komponen utama regulator tegangan.
Dioda
semikonduktor hanya dapat melewatkan arus searah saja, yaitu pada saat
dioda diberikan catu maju (forward bias) dari anoda (sisi P) ke katoda
(sisi N). Pada kondisi tersebut dioda dikatakan dalam keadaan menghantar
(memiliki tahanan dalam sangat kecil). Sedangkan bila dioda diberi catu
terbalik (reverse bias) maka maka pada kondisi ini dioda tidak
menghantar (memiliki tahanan dalam yang tinggi sehingga arus sulit
mengalir).Untuk dioda silikon arus mulai dilewatkan setelah tegangan ≥ 0.7 Volt DC, sedangkan untuk dioda Germanium mulai dilewatkan setelah tegangan mencapai ≥ 0.3 Volt DC.
Penerapan dioda semi konduktor yang umum adalah sebagai penyearah, selain fungsi lain seperti pembatas tegangan, detektor dan clipper.
Jenis-jenis Dioda
Dioda biasa Beroperasi
seperti penjelasan di atas. Biasanya dibuat dari silikon atau dari
germanium. Dioda biasa kadang dikemas dalam satu wadah yang berisi dua
atau empat buah dioda yang disebut dengan dioda jembatan (Bridge dioda)
atau yang biasa dikenal dengan sebutan dioda kuprok.Dioda Pemancar Cahaya (LED) Bila dioda dibias forward, electron pita konduksi melewati junction dan jatuh ke dalam hole. Pada saat elektron-elektron jatuh dari pita konduksi ke pita valensi, mereka memancarkan energi. Pada dioda LED energi dipancarkan sebagai cahaya, sedangkan pada dioda penyearah energi ini keluar sebagai panas. Dengan menggunakan bahan dasar pembuatan seperti gallium, arsen dan phosfor pabrik dapat membuat LED dengan memancarkan cahaya warna merah, kuning, dan infra merah (tak kelihatan). Led yang menghasilkan pancaran cahaya tampak biasanya digunakan untuk display mesin hitung, jam digital dan lain-lain. Sedangkan Led infra merah dapat digunakan dalam sistim tanda bahaya pencuri dan lingkup lainnya yang membutuhkan cahaya tak kelihatan, juga untuk remote control. Keuntungan lampu Led dibandingkan lampu pijar adalah umurnya panjang, teganagnnya rendah dan saklar nyala matinya cepat. Gambar 2.1 dibawah ini menjukkan lambang atau simbol dari macam dioda.
Dioda Photo Energi thermal menghasilkan pembawa minoritas dalam dioda, makin tinggi suhu makin besar arus dioda yang terbias terbalik. Energi cahaya juga menghasilkan pembawa minoritas. Dengan menggunakan jendela kecil untuk membuka junction agar terkena sinar, pabrik dapat membuat dioda photo. Jika cahaya luar mengenai junction dioda photo yang dibias terbalik akan dihasilkan pasangan electron-hole dalam lapisan pengosongan. Makin kuat cahaya makin banyak jumlah pembawa yang dihasilkan cahaya makin besar arus reverse. Oleh sebab itu dioda photo merupakan detektor cahaya yang baik sekali.
Dioda Varactor Seperti kebanyakan komponen dengan kawat penghubung, dioda juga mempunyai kapasitansi bocor yang mempengaruhi kerja pada frekuensi tinggi, kapasitansi luar ini biasanya lebih kecil dari 1 pF. Dioda silicon yang memanfaatkan efek kapasitansi yang berubah-ubah ini disebut dioda varactor. Dalam banyak aplikasi menggantikan kapasitor yang ditala secara mekanik, dengan perkataan lain varaktor yang dipasang parallel dengan inductor merupakan rangkaian tangki resonansi. Dengan mengubah-ubah tegangan riverse pada varactor kita dapat mengubah frekuensi resonansi. Penerapan dioda varaktor ini biasanya pada tuner yang ditala menggunakan tegangan.
Dioda Schottky Dioda schottky menggunakan logam emas, perak atau platina pada salah satu sisi junction dan silicon yang di dop (biasanya type-n) pada sisi yang lain. Dioda semacam ini adalah piranti unipolar karena electron bebas merupakan pembawa mayoritas pada kedua sisi junction. Dan dioda Schottky ini tidak mempunyai lapisan pengosongan atau penyimpanan muatan, sehingga mengakibatkan ia dapat di switch nyala dan mati lebih cepat dari pada dioda bipolar. Sebagai hasilnya piranti ini dapat menyearahkan frekuensi diatas 300 Mhz dan jauh diatas kemampuan dioda bipolar.
Dioda Step-Recovery Dengan mengurangi tingkat doping dekat junction pabrik dapat membuat dioda step-recovery piranti yang memanfaatkan penyimpanan muatan. Selama konduksi maju dioda berlaku seperti dioda biasa dan bila dibias terbalik dioda ini konduksi sementara lapisan pengosongan sedang diatur dan kemudian tiba-tiba saja arus balik menjadi nol. Dalam keadaan ini seolah-olah dioda tiba-tiba terbuka menjepret (snaps open) seperti saklar, dan inilah sebabnya kenapa dioda step-recovery sering kali disebut dioda snap. Dioda step-recovery digunakan dalam rangkaian pulsa dan digital untuk menghasilkan pulsa yang sangat cepat. Snap-off yang tiba-tiba dapat menghasilkan pensaklaran on-off kurang dari 1 ns. Dioda khusus ini juga digunakan dalam pengali frekuensi.
Dioda Zener Dioda zener dibuat untuk bekerja pada daerah breakdown dan menghasilkan tegangan breakdown kira-kira dari 2 sampai 200 Volt. Dengan memberikan tegangan terbalik melampaui tegangan breakdown zener, piranti berlaku seperti sumber tegangan konstan, dengan kata lain dioda zener akan membatasi tegangan agar tidak lebih besar dari tegangan breakdownnya. Dioda Zener banyak digunakan kedua setelah dioda penyearah, dioda zener adalah komponen utama regulator tegangan.
Kerusakan yang sering ditemui pada Dioda
- Arus bocor saat di beri bias terbalik
- Hubung singkat / tegangan tembus saat di beri bias terbalik
- Sirkuit terputus
Kamis, 25 Oktober 2012
PENANDAAN NILAI KONDENSATOR
Ada dua metode yang digunakan sebagai penanda
nilai kondensator, metode pertama adalah dengan menggunakan pita warna
seperti halnya yang diterapkan pada resistor aksial dan metode kedua
adalah dengan cara ditandai secara alfabet-numerik.
Sumber : http://www.beteve.com
Penanda nilai kondensator dengan pita warna
Penandaan nilai kondensator dengan pita warna, biasanya diterapkan pada kondensator kertas, kondensator polikarbonat metal dan kondensator polyester, cara membaca nilainya dimulai dari pita warna paling atas lalu berangsur turun kebawah, kode warna yang digunakan mirip dengan kode warna pada resistor, tetapi dengan meninggalkan warna emas dan perak. Jumlah pita warna bisanya lima warna, jika ditemui hanya empat warna artinya pita warna yang menunjukkan tegangan kerja maksimum tidak disertakan, dalam kondisi seperti ini maka tegangan kerja yang diizinkan maksimum adalah sebesar 50 Volt.
Contoh, sebuah kondensator yang memiliki pita warna
: Merah, Merah, Kuning, Hitam, Merah adalah bernilai 220000
pF 0% 250 V = 220 nF 0% 250 V. Cara membaca yang lebih mudah adalah:
pita pertama, Merah, mempunyai harga 2 dan pita kedua, Merah, mempunyai
harga 2, sehingga keduanya dihitung sebagai 22. Pita ketiga, kuning,
mempunyai harga 104, yang berarti menambahkan empat nol
dibelakang angka 22, sedangkan pita keempat, Hitam, merupakan kode untuk
toleransi 0%, dan pita kelima Merah yang menunjukkan tegangan kerja
maksimum 250V. Secara keseluruhan skema warna Merah, Merah, Kuning,
Hitam, Merah memberikan nilai 220.000pF pada keakuratan 0% dengan
tegangan kerja maksimum 250V. Dibawah ini adalah tabel warna yang dapat
digunakan sebagai acuan.
| Warna | Pita pertama | Pita kedua | Pita ketiga (pengali) |
Pita keempat (toleransi) |
Pita kelima (Tegangan kerja) |
![]() |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Hitam | 0 | 0 | ×100 | 100V | ||
| Cokelat | 1 | 1 | ×101 | 100V | ||
| Merah | 2 | 2 | ×102 | 250V | ||
| Oranye | 3 | 3 | ×103 | 250V | ||
| Kuning | 4 | 4 | ×104 | 400V | ||
| Hijau | 5 | 5 | ×105 | 400V | ||
| Biru | 6 | 6 | ×106 | 630V | ||
| Ungu | 7 | 7 | ×107 | 630V | ||
| Abu-abu | 8 | 8 | ×108 | 630V | ||
| Putih | 9 | 9 | ×109 | ±10% | 630V |
Label:bisnis,online
Elektronika Dasar,
KONDENSATOR,
service,
TELEVISI
Rabu, 24 Oktober 2012
KONDENSATOR ATAU KAPASITOR
Kondensator atau Capasitor, adalah komponen
elektronik yang dapat menyimpan muatan listrik dengan cara
mengumpulkan ketidak-seimbangan internal dari muatan listrik, kemampuan
kondensator dalam menyimpan muatan listrik disebut kapasitansi yang
diukur dalam satuan Farad (F)
Dimana :
1 F = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
Disamping memiliki nilai kapasitansi, kondensator juga memiliki nilai batas tegangan kerja (working voltage), dan batas temperatur kerja, batas temperatur kerja perlu diperhatikan terutama untuk kondensator jenis elektrolit (Elco), karena temperatur dapat mengubah cairan elektrolit dalam elco yang pada ahirnya dapat mempengaruhi perubahan nilai kapasitansinya.
Kontruksi kondensator terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut dengan bahan dielektrik, fungsi bahan dielektrik tersebut adalah untuk memperbesar kapasitansi kondensator, bahan dielektrik yang biasa digunakan diantaranya adalah : udara, keramik, kertas, kaca, mika, polyester dan elektrolit tertentu.
Menurut polarisasi kutubnya kondensator dibagi menjadi dua jenis, yaitu polar dan non polar, kondensator polar membedakan polarisasi antara kutub positif dan kutub negatif, sedangkan kondensator non polar tidak membedakan polarisasi kutubnya, sehingga untuk kondensator polar maka pemasangannya tidak boleh terbalik sedangkan untuk kodensator nonpolar pemasangannya boleh sembarang, contoh kondensator polar adalah Elco dan Tantalum sedangkan contoh kondensator non polar seperti kondensator kertas, kondensator mika dan kondensator keramik.
Menurut perubahan nilai kapasitansinya, kondensator juga dibagi menjadi dua jenis yaitu kondensator tetap dan kondensator variabel, kondensator tetap berarti nilai kapasitansi dari kondensator tersebut tetap alias tidak dapat diubah, sedangkan kondensator variabel artinya nilai kapasitansi dari kondensator tersebut dapat diubah, contoh kondensator variabel adalah TC (trimmer capasitor) atau VARCO (variable condenser).
Sumber : http://www.beteve.com
Dimana :
1 F = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
Disamping memiliki nilai kapasitansi, kondensator juga memiliki nilai batas tegangan kerja (working voltage), dan batas temperatur kerja, batas temperatur kerja perlu diperhatikan terutama untuk kondensator jenis elektrolit (Elco), karena temperatur dapat mengubah cairan elektrolit dalam elco yang pada ahirnya dapat mempengaruhi perubahan nilai kapasitansinya.
Kontruksi kondensator terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut dengan bahan dielektrik, fungsi bahan dielektrik tersebut adalah untuk memperbesar kapasitansi kondensator, bahan dielektrik yang biasa digunakan diantaranya adalah : udara, keramik, kertas, kaca, mika, polyester dan elektrolit tertentu.
Menurut polarisasi kutubnya kondensator dibagi menjadi dua jenis, yaitu polar dan non polar, kondensator polar membedakan polarisasi antara kutub positif dan kutub negatif, sedangkan kondensator non polar tidak membedakan polarisasi kutubnya, sehingga untuk kondensator polar maka pemasangannya tidak boleh terbalik sedangkan untuk kodensator nonpolar pemasangannya boleh sembarang, contoh kondensator polar adalah Elco dan Tantalum sedangkan contoh kondensator non polar seperti kondensator kertas, kondensator mika dan kondensator keramik.
Menurut perubahan nilai kapasitansinya, kondensator juga dibagi menjadi dua jenis yaitu kondensator tetap dan kondensator variabel, kondensator tetap berarti nilai kapasitansi dari kondensator tersebut tetap alias tidak dapat diubah, sedangkan kondensator variabel artinya nilai kapasitansi dari kondensator tersebut dapat diubah, contoh kondensator variabel adalah TC (trimmer capasitor) atau VARCO (variable condenser).
Sumber : http://www.beteve.com
Label:bisnis,online
Elektronika Dasar,
KONDENSATOR,
service,
TELEVISI
Selasa, 23 Oktober 2012
RESISTOR VARIABLE
Resistor variabel (variable resistor
atau varistor) adalah resistor yang nilai tahanannya dapat berubah atau
dapat diubah. Ada bermacam-macam resistor variabel antara lain :
1. Potensiometer (Potentiometer)
Adalah resistor tiga terminal yang nilai tahanannya dapat diubah dengan cara menggeser (untuk potensio jenis geser) atau memutar (untuk potensio jenis putar) tuasnya, penggunaan tuas dimaksudkan bahwa rangkaian yang menggunakan potensiometer ini sering dilakukan pengaturan, dan ditujukan untuk pemakai, pada pesawat televisi contoh bagian yang sering dilakukan pengaturan adalah bagian kontrol audio, brightness, contrast, dan color.
Jenis potensiometer ada dua macam, yaitu linier (lin) dan logaritmik (log). Untuk jenis linier skala penggeseran tuas (untuk yang model geser) atau besarnya sudut pemutaran tuas (untuk yang model putar) proporsional atau berbanding lurus dengan perubahan tahananya. Sedangkan jenis logaritmik skala penggeseran tuas (untuk yang model geser) atau besarnya sudut pemutaran tuas (untuk yang model putar) tidak berbanding lurus tetapi sesuai dengan grafik fungsi logaritmik (sesuai hukum logaritma) terhadap perubahan tahananya, potensiometer logaritmik dapat dibuat dari potensiometer linier ditambah dengan resistor eksternal, karena potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat mahal, potensiometer logaritmik lazim digunakan pada pengatur volume audio.
2. Trimpot (Trimmer Potentiometer)
Adalah potensiometer yang cara mengubah nilai tahanannya dengan cara mentrim dengan menggunakan obeng trim. Pada televisi, trimpot biasanya digunakan untuk mengatur besaran arus pada rangkaian oscilator, rangkaian driver, atau pada penyetelan keseimbangan putih (white balance). bagian-bagian yang menggunakan trimpot berarti bagian tersebut tidak sering dilakukan penyetelan dan biasanya hanya ditujukan untuk maintenance.
3. PTC (Positive Temperatur Coefisien )
PTC termasuk jenis thermistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh suhu. Nilai hambatan PTC saat dingin adalah sangat rendah, tetapi saat suhu PTC naik maka nilai hambatannya juga ikut naik. Pada pesawat televisi PTC biasanya digunakan untuk memberikan suplay tegangan pada kumparan degausing (degausing coil)
4. NTC (Negative Temperatur Coefisien )
NTC juga termasuk jenis thermistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh suhu, tetapi NTC kebalikan dari PTC, dimana nilai tahanan NTC saat dingin sangat tinggi, tetapi saat suhu NTC semakin naik, maka nilai tahanannya akan semakin mengecil bahkan nol. Pada pesawat televisi NTC biasanya dipasang pada terminal masukan listrik, ini dimaksudkan untuk mengurangi kejutan tegangan pada rangkaian power suply, sehingga efek yang ditimbulkan dari penambahan NTC ini adalah sebuah kondisi yang disebut sebagai "soft start".
5. LDR (Light Dependen Resistor)
LDR
adalah merupakan resistor peka cahaya atau biasa disebut dengan
fotoresistor, dimana nilai resistansinya akan menurun jika ada
penambahan intensitas cahaya yang mengenainya.
Fotoresistor dibuat dari semikonduktor beresistansi tinggi. Jika cahaya yang mengenainya memiliki frekuensi yang cukup tinggi, foton yang diserap oleh semikonduktor akan menyebabkan elektron memiliki energi yang cukup untuk meloncat ke pita konduksi. Elektron bebas yang dihasilkan (dan pasangan hole-nya) akan mengalirkan listrik, sehingga menurunkan resistansinya.
Sumber : http://www.beteve.com
1. Potensiometer (Potentiometer)
Adalah resistor tiga terminal yang nilai tahanannya dapat diubah dengan cara menggeser (untuk potensio jenis geser) atau memutar (untuk potensio jenis putar) tuasnya, penggunaan tuas dimaksudkan bahwa rangkaian yang menggunakan potensiometer ini sering dilakukan pengaturan, dan ditujukan untuk pemakai, pada pesawat televisi contoh bagian yang sering dilakukan pengaturan adalah bagian kontrol audio, brightness, contrast, dan color.
Jenis potensiometer ada dua macam, yaitu linier (lin) dan logaritmik (log). Untuk jenis linier skala penggeseran tuas (untuk yang model geser) atau besarnya sudut pemutaran tuas (untuk yang model putar) proporsional atau berbanding lurus dengan perubahan tahananya. Sedangkan jenis logaritmik skala penggeseran tuas (untuk yang model geser) atau besarnya sudut pemutaran tuas (untuk yang model putar) tidak berbanding lurus tetapi sesuai dengan grafik fungsi logaritmik (sesuai hukum logaritma) terhadap perubahan tahananya, potensiometer logaritmik dapat dibuat dari potensiometer linier ditambah dengan resistor eksternal, karena potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat mahal, potensiometer logaritmik lazim digunakan pada pengatur volume audio.
2. Trimpot (Trimmer Potentiometer)
Adalah potensiometer yang cara mengubah nilai tahanannya dengan cara mentrim dengan menggunakan obeng trim. Pada televisi, trimpot biasanya digunakan untuk mengatur besaran arus pada rangkaian oscilator, rangkaian driver, atau pada penyetelan keseimbangan putih (white balance). bagian-bagian yang menggunakan trimpot berarti bagian tersebut tidak sering dilakukan penyetelan dan biasanya hanya ditujukan untuk maintenance.
3. PTC (Positive Temperatur Coefisien )
PTC termasuk jenis thermistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh suhu. Nilai hambatan PTC saat dingin adalah sangat rendah, tetapi saat suhu PTC naik maka nilai hambatannya juga ikut naik. Pada pesawat televisi PTC biasanya digunakan untuk memberikan suplay tegangan pada kumparan degausing (degausing coil)
4. NTC (Negative Temperatur Coefisien )
NTC juga termasuk jenis thermistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya dipengaruhi oleh suhu, tetapi NTC kebalikan dari PTC, dimana nilai tahanan NTC saat dingin sangat tinggi, tetapi saat suhu NTC semakin naik, maka nilai tahanannya akan semakin mengecil bahkan nol. Pada pesawat televisi NTC biasanya dipasang pada terminal masukan listrik, ini dimaksudkan untuk mengurangi kejutan tegangan pada rangkaian power suply, sehingga efek yang ditimbulkan dari penambahan NTC ini adalah sebuah kondisi yang disebut sebagai "soft start".
5. LDR (Light Dependen Resistor)
LDR
adalah merupakan resistor peka cahaya atau biasa disebut dengan
fotoresistor, dimana nilai resistansinya akan menurun jika ada
penambahan intensitas cahaya yang mengenainya.Fotoresistor dibuat dari semikonduktor beresistansi tinggi. Jika cahaya yang mengenainya memiliki frekuensi yang cukup tinggi, foton yang diserap oleh semikonduktor akan menyebabkan elektron memiliki energi yang cukup untuk meloncat ke pita konduksi. Elektron bebas yang dihasilkan (dan pasangan hole-nya) akan mengalirkan listrik, sehingga menurunkan resistansinya.
Sumber : http://www.beteve.com
Senin, 22 Oktober 2012
Penandaan Resistor

Resistor karbon atau metal-film dengan daya 0.25 - 3 watt biasanya menggunakan pita warna atau gelang warna sebagai penanda nilai resistansinya. Sedangkan resistor jenis lainya termasuk resistor pasang-permukaan atau resistor tempel (SMD) ditandai secara numerik jika cukup besar untuk dapat ditandai, tetapi resistor SMD yang sekarang banyak digunakan terlalu kecil untuk dapat ditandai maka biasanya dibiarkan polos, kemasan resistor tersebut biasanya diwarnai dengan warna cokelat muda, cokelat, biru, atau hijau, meskipun tidak menutup kemungkinan digunakannya warna lain, seperti merah tua atau abu-abu.
Membaca nilai resistor empat pita
Penandaan nilai resistor dengan menggunakan empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan pengali (lebih mudahnya adalah merupakan jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi dari harga resistansi. Kadang-kadang ditambahkan pita kelima yang menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi seperti yang diterapkan pada resistor presisi tinggi seperti jenis metaloxide-film resistor atau yang biasa disebut dengan resistor metal-filmSebagai contoh pembacaan nilai sebuah resistor yang memiliki pita warna : kuning-ungu-kuning-emas adalah bernilai
| Warna | Pita pertama | Pita kedua | Pita ketiga (pengali) |
Pita keempat (toleransi) |
Pita kelima (koefisien suhu) |
![]() |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Hitam | 0 | 0 | ×100 | |||
| Cokelat | 1 | 1 | ×101 | ±1% (F) | 100 ppm | |
| Merah | 2 | 2 | ×102 | ±2% (G) | 50 ppm | |
| Oranye | 3 | 3 | ×103 | 15 ppm | ||
| Kuning | 4 | 4 | ×104 | 25 ppm | ||
| Hijau | 5 | 5 | ×105 | ±0.5% (D) | ||
| Biru | 6 | 6 | ×106 | ±0.25% (C) | ||
| Ungu | 7 | 7 | ×107 | ±0.1% (B) | ||
| Abu-abu | 8 | 8 | ×108 | ±0.05% (A) | ||
| Putih | 9 | 9 | ×109 | |||
| Emas | ×10-1 | ±5% (J) | ||||
| Perak | ×10-2 | ±10% (K) | ||||
| Kosong | ±20% (M) |
Membaca nilai resistor lima pita
Penandaan nilai resistor dengan menggunakan lima pita digunakan pada resistor presisi tinggi (toleransi 1%, 0.5%, 0.25%, 0.1%). Tiga pita pertama menunjukkan harga resistansi, pita keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah toleransi. Dibawah ini adalah tabel warna untuk skema lima warna yang dapat digunakan sebagai acuan.| Warna | Pita pertama | Pita kedua | Pita ketiga | Pita keempat (pengali) |
Pita kelima (toleransi) |
![]() |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Hitam | 0 | 0 | 0 | ×100 | ||
| Cokelat | 1 | 1 | 1 | ×101 | ±1% (F) | |
| Merah | 2 | 2 | 2 | ×102 | ±2% (G) | |
| Oranye | 3 | 3 | 3 | ×103 | 15 ppm | |
| Kuning | 4 | 4 | 4 | ×104 | 25 ppm | |
| Hijau | 5 | 5 | 5 | ×105 | ±0.5% (D) | |
| Biru | 6 | 6 | 6 | ×106 | ±0.25% (C) | |
| Ungu | 7 | 7 | 7 | ×107 | ±0.1% (B) | |
| Abu-abu | 8 | 8 | 8 | ×108 | ±0.05% (A) | |
| Putih | 9 | 9 | 9 | ×109 | ||
| Emas | ×10-1 | ±5% (J) | ||||
| Perak | ×10-2 | ±10% (K) | ||||
| Kosong | ±20% (M) |
Label:bisnis,online
Elektronika Dasar,
Resistor,
service,
TELEVISI
Sabtu, 20 Oktober 2012
FUNGSI ESR METER
ESR Meter, semacam ohm-meter yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya
“resistansi” dari elco. Perbedaannya ohm-meter menggunakan arus DC (arus
searah) untuk menggerakkan meter, sedangkan ESR meter menggunakan AC
(arus bolak-balik) frekwensi 150Khz. Sebagaimana posting sebelumnya,
idealnya sebuah elco itu nilai ESR-nya adalah nol. Akan tetapi dalam
prakteknya tidak mungkin. Hanya elco dengan kualitas bagus yang nilainya
10uF keatas yang memiliki nilai ESR mendekati nol.
Apakah sebenarnya ESR itu?
Umumnya parameter yang dimiliki sebuah elco yang dipahami oleh teknisi adalah “tegangan kerja maksimum” dan “nilai kapasitansi”. Pada hal sebenarnya masih ada beberapa parameter lain misalnya adalah “temperature kerja maksimum” (85 atau 105 derajat C) dan “ESR” (Equivalent Series Resistance).
Kecuali bersifat kapasitif, dalam prakteknya elco juga mempunyai karakteristik “resistif” yang disebabkan karena kombinasi resistansi kaki-kakinya, sambungan internal, plat dan elektrolit. Karakteristik resistif inilah yang membentuk ESR, karena kalau digambarkan maka seakan-akan seperti dipasang seri dengan kapasitansi elco tersebut.
Idealnya nilai ESR adalah nol ( kalau dilihat di skalanya jarum penuh ke kanan seperti ohm meter ). Nilai ESR bisa untuk menunjukkan kualitas suatu kapasitor atau elco. Semakin kecil nilai ESR tersebut semakin baik kondisi kapasitor tersebut. Sebaliknya semakin besar nilai ESR semakin buruk kondisi kapasitormya dan harus diganti yang bagus.
Mengapa teknisi harus memiliki ESR meter ??
Hampir semua teknisi elektronika mempunyai pengalaman masing-masing. Dalam menangani komponen elco juga sama. Banyak komponen elco yang sebenarnya belum rusak total tetapi memang sudah perlu untuk diganti walaupun dari bentuk fisiknya masih bagus. Elco jenis ini biasanya banyak terdapat pada produk China. Apalagi perangkat yang bekerjanya menggunakan frekuensi tinggi, pasti banyak komponen elco yang cepat rusak atau kering dan hal tersebut memang sudah wajar dan sering terjadi.
Terus bagaimana cara mencari komponen elco yang rusak tersebut ?
Banyak teknisi menyiasati masalah ini dengan cara langsung mengganti semua elco yang ada, dengan tanpa mempedulikan apakah elco – elco tersebut rusak atau tidak. Hal ini umumnya memang cukup berhasil. Tetapi terkadang elco pengganti kualitasnya tidak bagus, sehingga pesawat rusak ulang setelah dipakai beberapa waktu. Mengganti semua elco juga merupakan suatu masalah sendiri jika sirkit yang diperbaiki banyak menggunakan elco.
Penggunaan ESR meter ternyata merupakan pilihan yang paling tepat untuk mengatasi problem-problem diatas. Kami sarankan ESR meter merupakan tool yang wajib dimiliki oleh setiap teknisi setelah avo-meter.
Keuntungan Menggunakan ESR meter :
ESR meter dapat melacak elco rusak langsung di PCB dengan waktu lebih cepat karena tidak perlu melepas elco satu per satu (in-circuit tester).Hanya elco rusak yang diganti. ESR meter dapat digunakan untuk memeriksa kualitas elco baru maupun bekas. Kadang perangkat elektronik rusak lagi setelah service hanya disebabkan karena elco baru yang dipasang ternyata kualitasnya jelek.
Elko yang jika di cek menggunakan ohm-meter kadang hasilnya menipu. Karena kalau dicek dengan ESR meter ternyata ESR-nya sudah menjadi besar(elco rusak).
ESR meter dapat dipakai untuk memeriksa flyback yang short pada gulungan bagian primer (antara pin-B+ dengan pin-Kolektor), defleksi yoke yang short, bagian primer tranfo power yang short. Semuanya bisa langsung ditest di PCB tanpa harus melepasnya. Berbeda dengan alat test lain yang caranya harus dicopot dulu.
sumber :http://teknisi-elektro.blogspot.com/2012/08/esr-meter-alat-ukur-wajib-bagi-teknisi.html
Teknik dasar service televisi
Sumber : http://forum.djawir.com/televisi-192/teknik-dasar-service-televisi-85288/
Untuk menjadi teknisi TV hurus dan wajib meng hafalkan tespoint tegangan….
Karena itu adalah kunci dari seorang teknisi TV
1. Tegangan pada B+ Horizontal
2. 14”110V
3. 21”110V-115V
4. 25”-32”125V-130V
6.Tegangan pada output vertical 12V untuk B+ IC vertical tergantung pada jenis IC
Vertical tersebut pada umum nya 14V -24V yg penting pastikan output vertical 12V
7. Tegangan VT pada tuner 0V-33V
8.Tegangan B+ ke IC Program 5V untuk jenis IC Program terbaru ada yg 3,3V
9.Tegangan Heater pada crt-soket 5,3V
Tips mengganti mesin TV baru buatan china.
Sudah menjadi hal yang umum bahwa saat ini jika teknisi menjumpai kerusakan yang sulit, spare part yang mahal atau langka, maka solusi yang diambil adalah mengganti pcb modul baru buatan china. Hal ini menyebabkan saat ini penjualan pcb modul sangat murah meriah.
Untuk mendapatkan hasil gambar yang optimal dan keawetan pesawat, maka ketika mengganti pcb baru ada beberapa hal yang perlu diperhatikan atau dilakukan.
1 Cek ulang tegangan B+
Tegangan B+ yang over dapat menyebabkan komponen-komponen sekitar bagian sekunder power suply dan sekitar pcb crt-soket over-heated sehingga lama-kelamaan pcb menjadi sedikit gosong dan solderan menjadi rapuh. Adjust tegangan B+ sekitar 110 hingga 115v
2 Sesuaikan tegangan heater.
Semua jenis tabung gambar mempunyai spesifikasi tegangan heater yang sama, hanya kebutuhan arusnya yang berbeda-beda. Jika diukur menggunakan VTVM atau menggunakan digital volt-meter yang bagus tegangan tabung gambar tepatnya adalah 6.3v ac. AVO-meter yang digunakan teknisi umumnya tidak mampu mengukur dengan tepat tegangan ini. Teknisi dapat mengkalibrasi avo-meternya dengan cara mengukur tegangan heater pada pesawat televisi baru yang masih standard. Misalnya avo-meter teknisi menunjukkan angka5.3v, maka angka ini jadikanlah standard untuk tegangan heater yang benar.
Ketika melakukan penggantian pcb maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan tegangan heater. Jika hasil pengukuran tegangan heater terlalu besar, maka modifikasi resistor ohm pada jalur heater dengan nilai yang lebih besar agar tegangan heater tepat. Siapkanlah beberapa resistor 2w dengan nilai 1.2, 2.2, 2.7, 3.9, 4.7 ohm
Kami selama ini kadang terima servisan dengan problem tabung gambar lemah pesawat televisi re-build atau pesawat yang pernah ganti pcb baru. Pada hal menurut info pemilik pesawat baru dipakai sekitar dua atau tiga tahun. Ketika kami periksa umumnya tegangan heater terlalu tinggi. Hal inilah yang menyebabkan umur tabung gambar menjadi lebih pendek.
3 Adjust vertikal geometri
4 Adjust low-light white balance
Untuk menjadi teknisi TV hurus dan wajib meng hafalkan tespoint tegangan….
Karena itu adalah kunci dari seorang teknisi TV
1. Tegangan pada B+ Horizontal
2. 14”110V
3. 21”110V-115V
4. 25”-32”125V-130V
6.Tegangan pada output vertical 12V untuk B+ IC vertical tergantung pada jenis IC
Vertical tersebut pada umum nya 14V -24V yg penting pastikan output vertical 12V
7. Tegangan VT pada tuner 0V-33V
8.Tegangan B+ ke IC Program 5V untuk jenis IC Program terbaru ada yg 3,3V
9.Tegangan Heater pada crt-soket 5,3V
Tips mengganti mesin TV baru buatan china.
Sudah menjadi hal yang umum bahwa saat ini jika teknisi menjumpai kerusakan yang sulit, spare part yang mahal atau langka, maka solusi yang diambil adalah mengganti pcb modul baru buatan china. Hal ini menyebabkan saat ini penjualan pcb modul sangat murah meriah.
Untuk mendapatkan hasil gambar yang optimal dan keawetan pesawat, maka ketika mengganti pcb baru ada beberapa hal yang perlu diperhatikan atau dilakukan.
1 Cek ulang tegangan B+
Tegangan B+ yang over dapat menyebabkan komponen-komponen sekitar bagian sekunder power suply dan sekitar pcb crt-soket over-heated sehingga lama-kelamaan pcb menjadi sedikit gosong dan solderan menjadi rapuh. Adjust tegangan B+ sekitar 110 hingga 115v
2 Sesuaikan tegangan heater.
Semua jenis tabung gambar mempunyai spesifikasi tegangan heater yang sama, hanya kebutuhan arusnya yang berbeda-beda. Jika diukur menggunakan VTVM atau menggunakan digital volt-meter yang bagus tegangan tabung gambar tepatnya adalah 6.3v ac. AVO-meter yang digunakan teknisi umumnya tidak mampu mengukur dengan tepat tegangan ini. Teknisi dapat mengkalibrasi avo-meternya dengan cara mengukur tegangan heater pada pesawat televisi baru yang masih standard. Misalnya avo-meter teknisi menunjukkan angka5.3v, maka angka ini jadikanlah standard untuk tegangan heater yang benar.
Ketika melakukan penggantian pcb maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan tegangan heater. Jika hasil pengukuran tegangan heater terlalu besar, maka modifikasi resistor ohm pada jalur heater dengan nilai yang lebih besar agar tegangan heater tepat. Siapkanlah beberapa resistor 2w dengan nilai 1.2, 2.2, 2.7, 3.9, 4.7 ohm
Kami selama ini kadang terima servisan dengan problem tabung gambar lemah pesawat televisi re-build atau pesawat yang pernah ganti pcb baru. Pada hal menurut info pemilik pesawat baru dipakai sekitar dua atau tiga tahun. Ketika kami periksa umumnya tegangan heater terlalu tinggi. Hal inilah yang menyebabkan umur tabung gambar menjadi lebih pendek.
3 Adjust vertikal geometri
- Masuk serive-menu
- Pilih tampilan patern kotak-kotak yang sudah tersedia untuk adjust Vertikal size, Vertikal center dan vertikal S.
4 Adjust low-light white balance
- Sebelumnya adjust nilai kontras dan britnes ditengah-tengah
- Masuk serive menu
Rabu, 17 Oktober 2012
TV POLYTRON mati standby
TV POLYTRON mati standby
Kecurigaan saya pun tertuju pada elco untuk tegangan 50V nya, ternyata salah,si elco masihdalam kondisi bagus.......kemudian beralih ke rangkaian vertikal,di sini pun nggak ada yang mencurigakan...akhirnya pemeriksaan pun saya alihkan ke area IC programnya,saya lakukan pengukuran tegangan pada pin Vcc nya dulu,alangkah terkejutnya aku,karena saya dapati tegangan pada pin Vcc nya cuma 3.4V saja,padahal normalnya 5V,hmmm....setelah telusuri satu per satu jalur tegangan Vcc nya dan sampailah pada komponen L510:0.33ohm,di sinilah kejanggalan terjadi.
Sumber : http://aisy-romadhona.blogspot.com/2010/05/tv-polytron-mati-standby.html
Langganan:
Postingan (Atom)












